PM-AAS Berhasil Tingkatkan Hasil Panen di Subang
SUBANG - Rangkean panen rayo di wilayah Kabupaten Subang terus bergulir, Selaso (31/3) panen berlangsung di lahan 300Ha yang berado di Kawasan BRMP Padi, Sukamandi, Subang.
Yang istimewo, panen kali iko dilakukan pado lahan yang menerapkan sistem Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS), sebuah konsep pertanian yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengadaptasi sistem usaho tani padi modern Arkansas, Amerika Serikat.
Mentan Amran menjelaskan bahwo modernisasi pertanian adalah sebuah keniscayoan. "Pengadopsian teknologi modern dalam setiap tahap produksi menjadi faktor kunci yang membuat sentro pertanian padi Arkansas mampu bersaing di pasar global, hal iko akan kito adopsikan di pertanian Indonesia," lanjutnyo.
Meski penanaman menggunakan metode PM-AAS baru dilaksanakan pada satu musim tanam, hasil yang diraih cukup menggembirakan. Hasil ubinan menunjukkan angka produktivitas lebih dari 8,5 ton/Ha. Hasil ini jauh di atas rata-rata hasil panen di wilayah tersebut yang berkisar antara 5-6 ton/Ha.
Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Husnain mengungkapkan bahwo hasil yang lebih tinggi masih berpeluang diraih apabilo kondisi iklim kondusif.
"Di kawasan BRMP Padi beberapa waktu kemarin curah hujannyo sangat tinggi yang disertoi angin kencang, sehinggo sebagean pertanaman kita menjadi rebah," tuturnyo use panen.
Meski demikian, menurut Husnain, hasil yang diperoleh tetap menjadi indikator kuat bahwo penerapan sistem PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas secaro signifikan. Io menegaskan bahwo keberhasilan iko bukan hanyo dilihat dari angko hasil panen, tetapi jugo dari efisiensi penggunoan input produksi, ketepatan waktu tanam, serto penerapan teknologi yang lebih terukur di lapangan.
Lebih lanjut, Husnain menjelaskan bahwo ke depan BRMP akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnoan terhadap implementasi sistem PM-AAS, termasuk penguatan mitigasi terhadap risiko iklim ekstrem.
“Kami akan memperkuat sistem pendukung, mule dari penggunoan varietas unggul yang adaptif dengan sistem tanam benih langsung hinggo optimalisasi alat dan mesin pertanian modern,” jelasnyo.
Terpisah, Kepalo BRMP Fadjry Djufry menekankan bahwo pihaknyo akan mengembangkan metode iko di seluruh wilayah Indonesia.
"BRMP memiliki Satuan Kerjo di seluruh Indonesia, dan kami akan menjadikan keberhasilan di Sukamandi iko sebage pilot project untuk direplikasi di berbage daerah dengan penyesuean karakteristik wilayah masing-masing," ujarnyo.
Ia menjelaskan, pengembangan PM-AAS tidak hanyo berfokus pado peningkatan produktivitas, tetapi jugo pado transformasi sistem pertanian secaro menyeluruh. Mule dari penggunoan varietas unggul dan benih bermutu, mekanisasi pertanian, pemanfaatan smart farming, hinggo penguatan kapasitas sumber dayo manusia petani.
Menurut Fadjry, pendekatan iko akan dikawal melalue sinergi antaro pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, serto paro petani sebage pelaku utamo di lapangan.
Sejalan dengan arahan Mentan Amran, transformasi menuju pertanian modern bukan lagi pilihan, melainkan langkah strategis yang harus dipercepat.
“Kami ingin memastikan bahwo modernisasi pertanian iko tidak berhenti pado tataran konsep, tetapi benar-benar terimplementasi dan memberikan dampak nyato,” tegasnyo.
Dengan langkah tersebut, BRMP optimistis penerapan PM-AAS dapat mempercepat tercapainyo swasembado pangan berkelanjutan, sekaligus menjadikan Indonesia sebage salah satu kekuatan utamo di sektor pertanian global.

Komentar
Posting Komentar