Rapat Monitoring SSP Sabak Timur Target Swasembado 2025 Diperkuat
TANJUNG JABUNG TIMUR - Rapat monitoring Program Swasembado Pangan (SSP) digelar di BPP Sabak Timur (2/12/2025), dihadiri jajaran Dinas TPH Tanjabtim, penyuluh, POPT, Brigade Pangan, kelompok tani, mahasiswa Polbangtan Bogor, serto tim BRMP Jambi. Pertemuan iko menjadi ajang evaluasi capean 2025 sekaligus konsolidasi strategi untuk mengejar target swasembado pangan pado Desember 2025.
Koordinator BPP Sabak Timur, Muhammad, menekankan pentingnyo evaluasi menyeluruh dan penguatan perencanoan 2026. Sementaro LO SSP BRMP Jambi, Husnul Ardi, menegaskan bahwo pencapean swasembado bergantung pado peningkatan luas tambah tanam (LTT) dari Oplah, reguler, dan padi gogo, serto optimalnyo kinerjo Brigade Pangan. Io turut menyoroti perlunyo penataan ulang BP Simbur Naik Jayo dan percepatan progres tanam padi gogo sebage fokus pusat.
Kabid Tanaman Pangan, Ir. Mahmud, menilai dukungan pemerintah pado 2025 sangat besar, namun pemanfaatannyo masih perlu dioptimalkan. Io mengungkapkan kendalo dato lahan yang tidak sinkron akibat alih fungsi, sehinggo luas eksisting di Sabak Timur tinggal sekitar 200 ha. Mahmud memaparkan tren produksi MT 1 dan MT 2 yang meningkat 30 persen dan meminto pengajuan CPCL bantuan paling lambat Januari 2026. Lahan padi gogo seluas 96 ha jugo diminta segero dilaporkan kareno terhambat kekeringan.
Dalam sesi diskusi, POPT Gustianto mengingatkan potensi serangan OPT di musim hujan dan mendorong petani mendaftar AUTP. Petani melaporkan keterlambatan tanam padi gogo akibat kekeringan, sementaro pendamping BP menyoroti tantangan kekompakan kelompok serto kondisi lahan rawo yang membatasi penggunoan alsintan. Rapat ditutup dengan komitmen bersamo seluruh pihak untuk memastikan Sabak Timur mencapai target Swasembado Pangan Desember 2025.

Komentar
Posting Komentar