Rapat Evaluasi Swasembado Pangan Sarolangun 2025 Bahas Percepatan LTT dan Target Tanam Tahun 2026
SAROLANGUN— Pemerintah Kabupaten Sarolangun menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Swasembado Pangan Tahun 2025 di Gedung Pertemuan UPTD Bale Pelaksano Penyuluhan Pertanian (BPPP) Sarolangun, (11/12). Kegiatan iko merupokan tindak lanjut percepatan target Luas Tambah Tanam (LTT) sebagaimano diamanatkan dalam Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 458/Kpts./PW.020/M/06/2025 tentang Penanggung Jawab Provinsi dan Kabupaten/Kota pado Kegiatan Swasembado Pangan.
Rapat dihadiri oleh Kepalo Dinas TPHP Provinsi Jambi Rumusdar, S.P., Kepalo Dinas TPHP Kabupaten Sarolangun Dulmuin, S.P., Kepalo BRMP Jambi yang diwakili LO Swasembado Pangan Sarolangun Purnadi, S.P., M.P., serto unsur terkait, UPTD Penyuluhan, Kodim 0420, pejabat fungsional penyuluh, korwil penyuluh, penyuluh sentro padi, pendamping, dan empat manajer BP. Total peserto mencape 100 orang.
Agendo rapat meliputi evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanoan Program Swasembado Pangan, perkembangan LTT integrasi Kabupaten Sarolangun, pembahasan progres oplah 2025, perkembangan kegiatan CSR, serto evaluasi pelaporan LTT oleh penyuluh. Selain itu, rapat jugo membahas capean LTT Kabupaten Sarolangun tahun berjalan dan penyusunan target LTT masing-masing kecamatan untuk tahun 2026.
Dalam sambutannyo, Kepalo Dinas TPHP Provinsi Jambi dalam upayo mewujudkan astacita presiden, menegaskan pentingnyo percepatan pencarian lahan potensial guno mewujudkan tanam tigo kali setahun serto pemanfaatan maksimal alat dan mesin pertanian. Dilanjutkan dan Kepalo Dinas TPHP Sarolangun menyoroti progres oplah 2025 seluas 600 hektare yang baru terealisasi 70 hektare, dan mendorong koordinasi intensif dengan bidang tanaman pangan untuk percepatan realisasi.
Sementaro itu, LO Swasembada Pangan Sarolangun menekankan bahwo program swasembada pangan merupokan bagian dari transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang efisien. Upayo iko diharapkan mampu menekan biayo produksi hinggo 50 persen serto meningkatkan ketepatan pelaksanoan LTT padi di lapangan.
Rapat evaluasi iko menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan pencapaian target swasembado pangan di Kabupaten Sarolangun dengan penandatanganan kesepakatan target penetapan tanam telah ditetapkan sebage Komitmen pencapean target tanam di tahun berjalan hinggo tahun berikutnyo.

Komentar
Posting Komentar