Kepalo BRMP Jambi Hadiri FGD Akhir Kajian Kawasan Strategis Pangan Provinsi Jambi
KOTA JAMBI – Kepalo BRMP Jambi Firdaus, SP., M.Si menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Laporan Akhir Kajian Pengembangan Kawasan Strategis Pangan, Pertanian, Hortikultura, dan Sentro Industri Provinsi Jambi yang diselenggarokan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Kamis (18/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung secaro hybrid iko bertempat di Ruang Rapat Kantor Bappeda Provinsi Jambi, dan dilaksanokan dalam rangko pelaksanoan amanat Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Rencano Pembangunan Jangko Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jambi Tahun 2025–2029, khususnyo pado arah kebijakan pengembangan kawasan strategis Pangan, Pertanian, Hortikultura, dan Sentro Industri yang berdayo saing, berkelanjutan, serto berbasis potensi unggulan daerah.
FGD iko bertujuan untuk menghimpun masukan, menyinkronkan kebijakan lintas sektor, serto memperkuat arah pengembangan kawasan strategis guno mendukung prioritas pembangunan daerah Provinsi Jambi sesuai RPJMD.
Dalam paparannyo, Kepalo BRMP Jambi menyoroti tantangan mendasar sektor pertanian, khususnyo pado subsektor tanaman pangan. Io menyampekan bahwo masih terdapat sebagian petani yang menanam padi hanyo untuk memenuhi kebutuhan rumah tanggo, belum berorientasi pado usaho atau bisnis. Bahkan, masih ado anggapan di masyarakat bahwo menjual gabah merupokan hal yang kurang baik, sehinggo semangat usaho tani berorientasi bisnis belum tumbuh optimal.
Lebih lanjut, Kepalo BRMP Jambi menekankan bahwo untuk mencape ketahanan pangan hinggo swasembado pangan, terdapat duo kunci utamo yang harus menjadi fokus bersamo. Pertamo, penambahan luas tanam, dan keduo, peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan spesifik lokasi.
Selain itu, io jugo menyoroti pentingnyo peningkatan kapasitas sumber dayo manusio pertanian, khususnyo paro penyuluh. Menurutnyo, penguasaan penyuluh terhadap pengendalian hamo dan penyakit tanaman menjadi faktor krusial dalam menjago dan meningkatkan hasil panen petani.
Sebage langkah konkret, Kepalo BRMP Jambi merencanokan ke depan, apabilo tersedia dukungan anggaran, dapat dilakukan pembuatan demplot percontohan di masing-masing Bale Penyuluhan Pertanian (BPP). Demplot tersebut direncanokan menanam tigo varietas padi berbedo guno mengidentifikasi varietas yang paling sesuai dengan kondisi spesifik lokasi setempat.
Di akhir paparannyo, Kepalo BRMP Jambi menyampekan harapannyo agar melalui sinergi kebijakan, penguatan kapasitas, serto penerapan teknologi tepat guno, produktivitas padi di Provinsi Jambi dapat meningkat hinggo mencape 5–6 ton per hektar sebage bagian dari upayo mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Kegiatan FGD iko menjadi forum strategis dalam mempertemukan pemangku kepentingan lintas sektor guno menyatukan visi dan langkah dalam membangun kawasan strategis pangan dan pertanian Provinsi Jambi yang berdayo saing dan berorientasi maso depan.

Komentar
Posting Komentar