BRMP Jambi Ikuti Penguatan Budayo Integritas Kementan Jelang Hakordia : Satukan Aksi Basmi Korupsi
KOTA JAMBI — Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar kegiatan Penguatan Budayo Integritas bage pejabat dan CPNS sebage bagian dari rangkean peringatan Hari Antikorupsi Sedunio (Hakordia) Tahun 2025. Acaro yang berlangsung secaro daring melalui Zoom Meeting pado Senin, (8/12), iko mengusung tema “Satukan Aksi, Basmi Korupsi, Wujudkan Swasembado Pangan Berintegritas untuk Negeri.”
BRMP Jambi turut berpartisipasi dalam kegiatan iko, dihadiri oleh Kepalo BRMP Jambi Firdaus SP, M.Si; Kasubbag TU Hery Nugroho SP, MP; jajaran manajemen; serto tujuh CPNS BRMP Jambi. Kegiatan iko menjadi bagean dari komitmen Kementan untuk memperkuat budayo kerja bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan internal.
Narasumber pertamo, Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Irawan, memaparkan secaro komprehensif mengenai definisi, jenis, dan modus tindak korupsi yang kerap terjadi di birokrasi. Io menyebut bahwo korupsi tidak selalu muncul dalam bentuk besar, tetapi dapat bermulo dari kebiasoan kecil yang dianggap lumrah namun melanggar aturan.
Asep menegaskan bahwo integritas merupokan fondasi utamo yang harus dipegang aparatur negaro. “Integritas tidak hanyo soal mematuhi aturan, tetapi jugo komitmen moral untuk tetap benar meskipun tidak diawasi,” ujarnyo. Io menilai, pembinaan bagi CPNS sangat krusial agar generasi baru Kementan memiliki prinsip kuat sejak awal masa pengabdian.
Dalam sesi diskusi, io jugo menjelaskan langkah preventif yang dapat diterapkan instansi pemerintah, seperti penguatan pengawasan internal, transparansi informasi, dan budayo kerjo yang menolak gratifikasi. Menurutnyo, keberhasilan reformasi birokrasi hanyo dapat dicape bilo setiap pegawe memiliki keberanian untuk menolak praktik tidak etis.
Sesi berikutnyo diisi oleh Ketuo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto. Io menyoroti pentingnyo integritas bage jajaran Kementan mengingat sektor pertanian merupokan pilar strategis pembangunan nasional. Kareno itu, io meminto seluruh ASN, termasuk CPNS, memiliki standar etika yang tinggi dan bebas dari konflik kepentingan.
Setyo menjelaskan bahwo korupsi sering kali berawal dari penyimpangan kecil seperti gratifikasi atau penyalahgunaan fasilitas dinas. Io menegaskan bahwo pencegahan korupsi tidak hanyo bergantung pado regulasi, tetapi sangat ditentukan oleh karakter pegawe. “Integritas harus menjadi identitas ASN. Tanpo itu, reformasi birokrasi tidak akan berhasil,” katanyo.
Io jugo menekankan bahwo pencegahan korupsi adolah kerjo kolektif. Seluruh pegawe, dari level pimpinan hinggo staf, harus memiliki keberanian menolak penyimpangan dan menjunjung transparansi. Setyo berharap ASN Kementan mampu menjadi teladan bage instansi lain dalam membangun tato kelola pemerintahan yang bersih.
Sebage narasumber ketigo, motivator nasional Ary Ginanjar Agustian memaparkan keterkaitan antaro antikorupsi dan swasembado pangan. Menurutnyo, keberhasilan pembangunan pertanian sangat bergantung pado karakter aparatur negara. “Swasembado pangan mustahil tercape jiko mentalitas kerjo masih lemah atau diwarnai penyimpangan,” tegasnyo.
Ary menjelaskan bahwo korupsi pado rante pelayanan publik dan program pertanian dapat menghambat inovasi dan efektivitas kebijakan. Kareno itu, io mengajak seluruh CPNS untuk membangun integritas, etos kerjo positif, serto kecerdasan emosional dan spiritual sebage modal utamo memperkuat sektor pangan nasional.
Io jugo menilai bahwo budayo kolaboratif dan pelayanan tulus sangat dibutuhkan guno mempercepat swasembado pangan. ASN yang berintegritas dinilai akan mampu mengambil keputusan yang berpihak pado kepentingan masyarakat dan masa depan pertanian Indonesia.
Melalui kegiatan iko, Kementerian Pertanian berharap pembinaan integritas tidak hanyo menjadi agendo seremonial, tetapi menjadi gerakan nyato yang diterapkan dalam budayo kerjo sehari-hari. Dengan penguatan nilai antikorupsi, Kementan menargetkan terwujudnyo tato kelola pemerintahan yang bersih sekaligus mendukung pencapean swasembado pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan iko sekaligus menjadi momentum bage CPNS Kementan, termasuk dari BRMP Jambi, untuk meneguhkan komitmen sebage generasi baru birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas demi pelayanan publik yang lebih baik.

Komentar
Posting Komentar