Fungsional PMHP BRMP Jambi Ikuti Workshop Herba Medika untuk Penguatan Industri Herbal



KOTA JAMBI — Dalam rangko meningkatkan kompetensi pengawasan mutu hasil pertanian, fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) dari Bale Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi mengikuti Workshop Herba Medika bertema “The New Era of Downstream Processing for Herbs and Medicinal Plants.” Kegiatan yang digelar secaro daring oleh BRMP Tanaman Rempah, Obat, dan Aromatik (TROA) iko dibuko oleh Kepalo BRMP Perkebunan, Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, M.Si, dan menghadirkan keynote speech dari Kepalo Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si, GRCE, serto Kepalo BPOM, Prof. Dr. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD (11/11).

Workshop iko menyoroti pentingnyo standarisasi dan hilirisasi tanaman obat di Indonesia guno mendorong pengembangan industri herbal yang berdayo saing. Pengembangan dilakukan melalui duo pendekatan — tradisional dan konvensional — dengan penerapan Good Agriculture Practice (GAP) hinggo uji klinis untuk menjamin mutu dan efektivitas produk. Ketuo Umum PDPOTJI, dr. Inggrid Tania, M.Si, menjelaskan bahwo tanaman herbal memiliki potensi besar sebage terapi alternatif maupun komplementer dan diharapkan dapat masuk ke dalam cakupan BPJS Kesehatan melalui Formularium Fitofarmaka.

Kepalo Humas PT Sido Muncul, Bambang Supartoko, S.P., M.Si., M.Par., menegaskan pentingnyo standarisasi bahan baku herbal berdasarkan limo pilar utamo: keamanan, mutu, efektivitas, sistem mutu industri, dan kepatuhan terhadap regulasi BPOM. Io menekankan bahwo proses standarisasi harus dilakukan secaro menyeluruh dari hulu hinggo hilir, termasuk pado lokasi budidayo, waktu panen, dan keaslian bahan baku untuk menjago kualitas produk jamu dan minuman herbal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Kecik Cinto Pertanian, TK Melati Bekunjung ke Kebon Percobaan Sunge Tigo BRMP Jambi