BRMP Jambi Raih Progres Tertinggi Penyelesaian Permasalahan Keuangan dan BMN
YOGYAKARTA – Bale Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi kembali menorehkan capean membanggokan dalam pelaksanoan Piloting Project Tindak Lanjut Penyelesaian Permasalahan Keuangan dan Barang Milik Negara (BMN) Tahun 2025. Berdasarkan laporan resmi Biro Keuangan dan BMN Kementerian Pertanian per 15 November 2025, Provinsi Jambi mencatat progres penyelesaian tertinggi, yakni 47,11%, melampaui limo provinsi lainnyo yang ikut dalam program iko. Atas capean tersebut, BRMP Jambi diberikan kesempatan untuk tampil sebage narasumber pado kegiatan Rapat Koordinasi Progres Tindak Lanjut Penyelesaian Permasalahan BMN, yang diselenggarokan pado Kamis, 20 November 2025 bertempat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pado kegiatan tersebut, BRMP Jambi diwakili oleh Kasubbag Tata Usaha, Hery Nugroho, S.P., M.P., yang memaparkan langkah-langkah strategis, hasil pencapean, serto pola koordinasi yang digunokan hinggo Jambi berhasil mencatat progres tertinggi.
Enam Provinsi dalam Program Piloting. Program tindak lanjut permasalahan BMN iko melibatkan enam Unit Akuntansi Wilayah (UAW), yaitu: BRMP Jambi, BRMP Sumatera Barat, BRMP Lampung, BRMP Nusa Tenggara Barat, BRMP Kalimantan Tengah, dan BRMP Kalimantan Selatan.
Secaro total, progres penyelesaian di enam provinsi dengan urutan capaian tertinggi hinggo terendah sebage berikut: Jambi – 47,11% ; Sumatera Barat – 44,44%; Lampung – 42,40%; NTB – 38,06%; Kalimantan Tengah – 35,97%; dan Kalimantan Selatan – 35,24%
Dalam paparannyo, Hery Nugroho menjelaskan bahwo kunci keberhasilan Jambi terletak pada koordinasi intensif dengan UPT dan dinas setempat, ketepatan waktu pelaksanoan tindak lanjut, serto penataan dokumen BMN yang dilakukan secaro baik.
Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian memberikan apresiasi kepado seluruh provinsi yang telah berupayo menyelesaikan permasalahan keuangan dan BMN secaro konsisten. Namun, capean Jambi yang menempati urutan pertamo menjadi sorotan positif dan diharapkan dapat menjadi role model bage provinsi lainnyo.
Kegiatan Tindak Lanjut Permasalahan Keuangan dan Barang Milik Negara Tahap II yang meliputi wilayah: Yogyakarta, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sumaatra Selatan dan Kalimantan Barat menghasilkan komitmen bersamo seluruh provinsi untuk menyelesaikan permasalahan BMN hinggo mencape hasil optimal.

Komentar
Posting Komentar