Dorong Layanan Publik Lebih Berkualitas, Ombudsman dan Komisi Informasi Hadir di BRMP Jambi

 

Dorong Layanan Publik Lebih Berkualitas, Ombudsman dan Komisi Informasi Hadir di BRMP Jambi


KOTA JAMBI -  Dalam rangkaian kegiatan Public Hearing Pelayanan Publik BRMP Jambi, duo lembago strategis yakni Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi dan Komisi Informasi Provinsi Jambi memberikan pemaparan penting mengenai peningkatan kualitas layanan publik dan urgensi keterbukaan informasi. Kamis , 30 Oktober 2025

Sebagai narasumber pertamo, Saiful Roswandi, S.Pd.I., M.H, Kepalo Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, menegaskan bahwo BRMP Jambi telah berado di jalur yang tepat dalam memenuhi standar pelayanan publik sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi pulik.

Dalam paparannyo, Saiful menjelaskan empat pilar utamo pelayanan publik, yakni peningkatan kualitas SDM, pemenuhan sarana-prasarana, optimalisasi sistem pelayanan, dan pengawasan terhadap pelaksanaannyo. Beliau jugo mengingatkan pentingnyo menghindari 12 bentuk maladministrasi, mulai dari penundaan pelayanan, penyimpangan prosedur, hinggo penyalahgunaan wewenang.

“Bicaro pelayanan publik, ujungnyo iyolah apo yang diinginkan masyarakat. ASN harus menempatkan diri sebagai pelayan, bukan penguaso. Revolusi mental dimulai dari keteladanan,” tegas Saiful di hadapan peserto.

Sementaro tu, Ahmad Taufiq Helmi, S.P., M.Sos., C.Med, Ketuo Komisi Informasi Provinsi Jambi, dalam pemaparannyo menekankan pentingnyo keterbukaan informasi publik sebagai fondasi utamo dalam membangun kepercayoan masyarakat terhadap kinerjo lembago pemerintah.

Io menjelaskan bahwo Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) hadir sebagai landasan hukum untuk menjamin hak masyarakat memperoleh informasi yang terbuko, mudah diakses, dan transparan. Menurutnyo, informasi publik pado dasarnyo bersifat terbuko, sementaro informasi yang dikecualikan hanyo dalam batas yang ketat dan terbatas sesuai uji konsekuensi yang sah.

“Informasi publik harus dapat diperoleh secaro cepat, tepat waktu, dengan biayo ringan, dan melalui caro yang sederhana,” jelasnyo.

Dalam kesempatan iko, Helmi jugo memaparkan sejumlah poin penting terkait hak dan kewajiban badan publik, prosedur permohonan informasi, serto jenis informasi yang wajib diumumkan secaro berkalo. Io menyoroti bahwo masih banyak lembago belum optimal menyediokan informasi proaktif, sehinggo kerap menimbulkan perkaro informasi publik yang akhirnyo harus diselesaikan melalui Komisi Informasi.

Lebih lanjut, io mengingatkan bahwo keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upayo besak menuju pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Keterbukaan informasi iyolah hulu dari pemberantasan korupsi. Semakin transparan sebuah lembago, semakin kecik peluang penyalahgunaan wewenang,” tegasnyo.

Paparan tersebut menjadi penguatan penting bagi BRMP Jambi untuk terus meningkatkan budayo keterbukaan dalam setiap aspek pelayanan publik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Kecik Cinto Pertanian, TK Melati Bekunjung ke Kebon Percobaan Sunge Tigo BRMP Jambi