BRMP Jambi adokan Pelatihan P3K untuk Tingkatkan Keselamatan Kerjo Petani Penangkar

 BRMP Jambi adokan Pelatihan P3K untuk Tingkatkan Keselamatan Kerjo Petani Penangkar




SAROLANGUN  — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi melaksanokan Pelatihan Pertolongan Pertamo pado Kecelakaan (P3K) bagi petani penangkar di Kabupaten Sarolangun, (28/10). Kegiatan iko merupokan bagian dari pendampingan penerapan SNI 8969:2021 IndoGAP dan SNI 6233:2015 Benih Padi Inbrida, sesuai sertifikat INDOGAPTP.FH.I.15.03.24.072.0002 tahun 2024.

Pelatihan bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan petani dalam menghadapi situasi darurat di lapangan, meminimalkan risiko cedero, serto memperkuat penerapan standar keselamatan kerjo.

Kegiatan diikuti 50 peserto dari limo kelompok tani, didampingi oleh kepalo dinas tanaman pangan dan perkebunan (TPHP) kab Sarolangun Dulmuin, S.P beserto jajarannyo, Koordinator PBT Kabupaten Sarolangun, Koordinator POPT Kecamatan Sarolangun, Koordinator PPL Kec. Sarolangun dan PPL wilayahnyo serto bapak Lurah Kelurahan Sarolangun Kembang. Dari BRMP Jambi, hadir kepalo BRMP Jambi Ir. Firdaus, S.P, M.Si, KTU BRMP Jambi Hery Nugroho, S.P, M.P., Katimker PEPMP Desy Nofriati, S.P, M.Si, dan Dr. Desi Hernita, SP, MP selaku penanggung jawab kegiatan beserto tim. 

Dalam arahannyo, kepalo BRMP Jambi menekankan pentingnyo sertifikasi benih yang sehat dan berstandar, serto budidayo sesuai pedoman teknis untuk menjago mutu dan pengakuan label benih di pasaran.

Diawali dengan materi oleh kepalo dinas TPHP Kabupaten Sarolangun memaparkan caro membangun kelembagaan penangkar benih dengan membenahi secaro internal yaitu melakukan pelatihan administrasi kelompok dan memperbaiki struktur organisasi kelompok, sedangkan secaro eksternal menjalin kerjosamo dan kemitraan.  

Dilanjutkan dengan materi inti oleh Ns.Juwita  Suryani, S.Kep. dan Deni K. Rahman dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun yang memberikan pelatihan teknis P3K dengan memaparkan secaro lengkap tahapan meliputi penanganan luko tusuk dan luko robek, patah tulang, gigitan ular, tenggelam, tersedak hinggo teknik membalut dan menandu korban dengan benar.

Melalui pelatihan iko, BRMP Jambi berharap seluruh peserto mampu menerapkan pengetahuan P3K secaro mandiri dan menciptakan lingkungan kerjo yang aman, tanggap, dan berdayo saing tinggi di sektor pertanian penangkaran benih.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dari Kecik Cinto Pertanian, TK Melati Bekunjung ke Kebon Percobaan Sunge Tigo BRMP Jambi